"

Monday, May 19, 2014

Menyambut Hari Kelahiran yang Islami


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Postingan serius yeuh. Hehehe kemarin2 ga serius duunk ^_^

Bertepatan dengan milad atau dirgahayu lahirnya anak2, Bumi Rajab 4th dan Najeela Rajab 18th. Kami, Papu dan Bu2n berusaha sebaik mungkin mencari informasi dari banyak sumber. Terutama mengenai Cake and Candles karena dua hal itu lah yang paling menarik buat anak-anak dan akan melekat dalam kalbu (cieeeh) sampai dewasa nanti. Dan dari hasil riset, didapat kesimpulan: Say yes to the cake, big NO to the candles. Paganisme banget dan ga pengen aja menanamkan kebudayaan yg jelas2 berakar dari anaknya sang dewa zeus, si artemis. Hiiiy serem ah, na'udzubillahi mindzalik. Dan alhamdulillah, anak-anak juga mengerti, diajak duduk bareng, baca bareng, gimana asal usul si Candle blowing ini. Google sendiri ya sodara-sodara. Infonya buanyak berceceran di internet. Case closed buat yg ini.

Naaaaah, yang kedua, mengenai celebration itu sendiri. Ini juga infonya berlimpah ruah pro dan kontra. Yang jelas, dalam sunah dan quran ga ada ajaran mengenai ini. Sahabat Nabi pun tidak merayakan ulang taun Nabi, lebih2 ultah beliau2 sendiri. Di injil ada 2 penyebutan perayaan ultah dan keduanya bukan nabi Isa yg melakukan melainkan 2 penguasa yg pada kedua kejadian terpisah, dikisahkan terjadi 2 pembunuhan. Males yaaaaa... Puasa? Ada 1 hadis Rasulullah SAW yg bilang saat ditanya kenapa nabi puasa hari senin, beliau bilang, karena hari senin itu hari kelahirannya. Namun cuma itu, ga ada lanjutannya seperti puasalah di hari kelahiranmu atau kelahiranku. Kalau ada, pasti sahabat udah heboh donk ya meniru apa yg Rasul kerjakan seperti sunah2 Rasul yang lain. Jadi, sepertinya, puasa untuk menghadiahi diri sendiri saat hari kelahiran juga diapus ya? What do you think? Masih banyak kok puasa sunnah yang benar2 ada dalilnya *wink*

Silahkan riset sendiri dari ulama2, ustadz ustadzah. Warning ya, kalo nanya sama manusia, pastinya tergantung paham mana yang dianut. Sedih ya... bahkan dengan dikasih panduan Quran dan Sunah pun, masih susah satu paham. Tapi ya itu seninya kan? Perbedaan. Tidak usah jadi penyebab perpecahan, cukup dijadikan masukan dan pertimbangan. Toh pertanggungjawabannya masing-masing di hadapan Allah SWT. Hanya saja sebagai orang tua, sudah jadi kewajiban untuk berusaha sebaik-baiknya untuk membekali anak-anak dengan info yang sebisa mungkin dari 2 sumber itu, Alquran dan Hadits.

Dan untuk masalah ultah ini, ternyata lagu yang didendangkan puteri sholehah kami, yang diajarkan di SDIT Harapan Bunda manado, sudah cukup menenangkan jiwa kami. Doa sebagai hadiah.

Hadiah2 material lain? In shaa Allah setiap hari Allah memberikan hadiah buat anak2 melalui Papu dan Bu2n. Fokus saja untuk jadi hadiah setiap hari untuk anak-anak kita, in shaa Allah our presence is the best present for them. Amiin.

No comments:

Post a Comment